STRATEGI MEDIA RELATION HUMAS KABUPATEN MALANG DALAM SITUASI KRISIS (STUDI KASUS PENANGKAPAN BUPATI MALANG RENDRA KRESNA TAHUN 2018)

Authors

  • Nikmatus Sholikah Universitas Brawijaya
  • Muhammad Adil Amrullah Universitas Brawijaya

Abstract

Media partnership atau menjalin mitra dengan media memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan sebuah organisasi, terlebih saat organisasi mengalami masa-masa krisis. Media massa menjadi penjaga gawang (gatekeepers) dan mengontrol informasi yang mengalir ke masyarakat dalam suatu sistem sosial. Ini artinya hubungan yang baik antara pihak humas/ public relations dan media sangatlah di perlukan, sehingga seorang humas dituntut untuk memiliki relasi yang baik dengan media. Dalam jurnal ini penulis akan mengulas bagaimana strategi media relations pemerintah kabupaten Malang dalam menghadapi krisis, hasil analisi dari studi kasus penangkapan Rendra Kresna selaku Bupati Kabupaten Malang 2016-2021 melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2018 lalu.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mengetahui seberapa pentingnya pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menganggap aktivitas media partnership dalam menjaga keberlangsungan organisasi di masa krisis. Untuk memperoleh gambaran bagaimana strategi media relations yang dilakukan oleh Humas Pemkab Malang dalam situasi krisis, khususnya saat peristiwa menangkapan Bupati Rendra Kresna. Kemudian metode pengumpulan data dengan wawancara semistruktur.
Hasil dari penelitian tersebut dapat diketahui, pihak Pemkab Malang memiliki beberapa aktivitas media relations yang dilakukan ketika menghadapi krisis, dengan cara : 1) penerapan sistem terbuka terhadap media ketika memasuki masa krisis, 2) penerapan strategi defensif dan adaptif yang diterapkan pada media relations, 3) menjalin hubungan baik dengan media, namun menempatkan posisi media berada di tengah (moderat). Kesimpulan strategi media relations yang dilakukan oleh pihak Pemkab Malang yaitu menjalin hubungan baik terhadap media dengan cara berkomunikasi baik dengan wartawan secara personal, dan wajar, serta mempermudah akses informasi kepada para wartawan untuk mengurangi adanya misinformasi dan disinformasi.


Keyword : Public Realtion, Krisis, Media Relations

Published

2020-11-30

Issue

Section

Articles