KARAKTERISTIK KOSA KATA PANTUN KELAS V SEKOLAH DASAR DAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GONCANG KALENG

Penulis

  • Eka Haryanti Universitas Teknologi Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.36761/jt.v3i1.178

Kata Kunci:

Karakteristik, Kosa Kata Pantun, Goncang Kaleng

Abstrak

Pengajaran apresiasi sastra sudah harus dimulai sejak SD. Misalnya, dengan membaca puisi atau pantun, sehingga siswa dapat belajar dan berlatih dalam hal menulis sendiri pantun atau puisi dengan berbagai tema. Puisi atau pantun itu diparafrasekan dalam jalinan cerita lisan yang sederhana ditopang oleh pendramatisasian sedemikian rupa. Puisi atau pantun juga diciptakan dengan kata-kata yang kuat, kaya, serta imajinatif (Sarumpaet, 2010: 26). Oleh karena itu kualitas pembelajaran Bahasa dan sastra Indonesia perlu ditingkatkan secara terus menerus. Dalam proses pembelajaran diharapkan memenuhi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang terdapat pada Kurikulum 2013. Salah satu komponen dalam kegiatan pembelajaran, adalah guru memiliki posisi yang menentukan keberhasilan dalam pembelajaran, karena guru berperan sebagai pendorong, motivator agar motif-motif yang positif dibangkitkan atau ditingkatkan dalam diri siswa.  Ada dua jenis motivasi, yaitu (1) motivasi dari dalam diri anak (intrinsik), dan (2) motivasi dari luar diri anak (ekstrinsik) (Semiawan dkk, 1992:10).Untuk menumbuhkan kecintaan,ketertarikan, dan manfaat dari pantun serta budaya melalui model Goncang Kaleng. Pembelajaran yang mengacu kepada teori kooperatif lebih menfokuskan pada kesuksesan dan kerjasama siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka dengan bermakna. Dengan kata lain, siswa belajar dengan menyenangkan dan mengalami sendiri apa yang dipelajari. Model Goncang Kaleng  tersebut merupakan penggabungan dari Golongkan, Cari, Angkut, Kantongi dan Lengkapi, yang merupakan adaptasi dari pembelajaran kooperatif suatu model pembelajaran yang menggunakan sistem pengelompokan, semangat gotong royong dan penataan ruang kelas. Goncang Kaleng merupakan sebuah nama dalam permainan anak rakyat Riau

Referensi

Depdiknas. 2008. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Endraswara, S. 2003. Membaca, Menulis, Mengajarkan Sastra. Yogyakarta: Kota Kembang.
Keraf, G. 2009. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Nadjua, A. S. 2010. Puisi dan Pantun. Surabaya: Triana Media.
Rahman, E. & Jalil, A. 2003. Sejarah Sastra. Pekanbaru: Unri Press.
Sarumpaet, R. K.T. 2010. Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Semiawan, Conny, dkk. 1992. Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta: Gramedia.
Senduk, G. Agus & Nurhadi. 2009. Pembelajaran Kontekstual. Surabaya: JePe Press Media Utama.
Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yo¬g-yakarta: Pustaka Pelajar.
Sutejo, dkk. 2009. Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Felicha.

Diterbitkan

2019-02-21

Terbitan

Bagian

Articles