PDPGR (PROGRAM DAERAH PEMBERDAYAAN GOTONG GOYONG) SEBAGAI INOVASI DALAM PENANGANAN PERCEPATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA GEMPA BUMI DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT

Authors

  • Muhammad Saleh UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA
  • Harjito UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA

DOI:

https://doi.org/10.36761/jt.v4i3.787

Keywords:

PDPGR, Inovasi, Percepatan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi

Abstract

This study aims to determine the role and success indicators of PDPGR
as an innovation in handling accelerated rehabilitation and reconstruction after the earthquake
in West Sumbawa district. This research uses a qualitative approach. Technique
data collection using observation, interviews, and documentation
West Sumbawa district government regulations and policies related to PDPGR.
Informants were selected by purposive sampling. The selected informants were 7 people
which is a steering team at the district level, PDPGR agents, traditional leaders, leaders
religion, and community leaders. The data obtained were analyzed using three paths
namely reduction, presentation of data, and drawing conclusions made at the time
data collection in progress. The validity of the data was tested using triangulation techniques
source. The results showed that the role of PDPGR as a treatment
acceleration of post-earthquake rehabilitation and reconstruction, among others; 1) Make it easy and
accelerating the formation of community groups which are the basic rules in the process
post-disaster rehabilitation and reconstruction. 2) Assisting the community data collection process
affected by the earthquake quickly and completely. This is due to the PDPGR agent
structured and massive up to the block level incorporated in Pokmas Plus. 3)
Help speed up the administrative process such as making RAB, disbursing funds,
management to the BPBD, and making LPJ. This is because PDPGR agents have
experience with the home rehabilitation program over the past 2 years. 4)
Provide space for the community to actively participate in accelerating
the rehabilitation and reconstruction process. PDPGR success indicator in accelerating
The rehabilitation and reconstruction process includes a shorter processing time
rather than the time given by BNPB and the quantity of work completed.
From the data, it was found that more than 95% of the people's houses were affected by the earthquake
resolved quickly both for the category of Light Damage (RR), Moderately Damaged (RS),
and Heavy Damage (RB).

References

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan indikator keberhasilan PDPGR

sebagai inovasi penanganan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi

di kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik

pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa

peraturan dan kebijakan pemerintah kabupaten Sumbawa Barat terkait PDPGR.

Informan dipilih dengan purposive sampling. Informan yang dipilih berjumlah 7 orang

yang merupakan tim pengarah tingkat kabupaten, agen PDPGR, tokoh adat, tokoh

agama, dan tokoh masyarakat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan tiga jalur

yakni reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dilakukan pada saat

pengumpulan data berlangsung. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi

sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran PDPGR sebagai penanganan

percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa antara lain; 1) Mempermudah dan

mempercepat pembentukan pokmas yang merupakan aturan dasar dalam proses

rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. 2) Membantu proses pendataan masyarakat

terdampak gempa secara cepat dan meyeluruh. Hal ini disebabkan adanya agen PDPGR

yang terstruktur dan massif sampai tingkat blok yang tergabung dalam Pokmas Plus. 3)

Membantu mempercepat proses admistrasi seperti pembuatan RAB, pencairan dana,

pengurusan ke BPBD, dan pembuatan LPJ. Hal ini disebabkan agen PDPGR memiliki

pengalaman terkait dengan program rehab rumah selama 2 tahun terakhir. 4)

Memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mempercepat

proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Indikator keberhasilan PDPGR dalam mempercepat

proses rehabilitasi dan rekonstruksi antara lain waktu pengerjaan yang lebih cepat

daripada waktu yang diberikan BNPB serta kuantitas pekerjaan yang telah diselesaikan.

Dari data diperoleh bahwa lebih dari 95% rumah masyarakat terdampak gempa sudah

terselesaikan dengan cepat baik untuk kategori Rusak Ringan (RR), Rusak Sedang (RS),

dan Rusak Berat (RB).

Published

2020-10-15

Issue

Section

Articles