PENGARUH SODIUM METABISULFIT TERHADAP KENAIKAN CONSENTRATE GRADE Cu DAN PENURUNAN KANDUNGAN PYRITE

Penulis

  • Ainun Universitas Teknologi Sumbawa
  • Amirin Kusmiran Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar
  • Rita Desiasni Universitas Teknologi Sumbawa

Kata Kunci:

Consentrate grade Cu, kandungan pyrite tinggi, variasi pH, variasi sodium metabisulfit.

Abstrak

PT. XX merupakan salah satu perusahaan tembaga terbesar di dunia. Terdapat 3 mineral utama yang tersebar di PT. XX yaitu kalkopirit (CuFeS2), bornit (Cu5FeS3) serta pirit (FeS2). Dengan kapasitas pengolahan mencapai 120.000 ton per hari, PT. XX mampu memproduksi sekitar 2000 ton konsentrat perhari. Untuk mendapatkan konsentrat grade Cu biasanya dilakukan cara metalurgi ekstraksi (pengambilan logam) terpadu, sehingga pada penelitian ini difokuskan pada peningkatan consentrate grade Cu yang rendah, penggunaan kapur dan peningkatan kandungan pyrite yang menggunakan metode flotasi dengan memvariasikan pH dan menvariasikan dosis sodium metabisulfit. Hal ini ditunjukkan dengan persentase grade Cu sebesar 12.74%, pada penggunan lime menujukkan persentase pengurangan sebesar 50% dan penurunan pyrite hingga mencapai persentase sebesar 1.16%. Dari ketiga variasi smbs yaitu no reagent, 150g/ton dan 300g/ton dalam penetian ini, 300g/ton merupakan dosis yang baik dalam peningkatan grade Cu, pengurangan penggunaan lime dan pengurangan kandungan pyrite.

Referensi

[1] Aminah, 2010, Pengaruh Jenis Kolektor Anionik Ditiofosfat Pada Flotasi Ruah Mineral Sfalerit dan Kalkopirit, Volme. 6, 13-26.

[2] Arsy, Lalu, Muhammad, Yasir, 2018, Analisis Nilai Recovery Au dan Cu Terhadap Konsumsi Lime Dengan Variasi Titik Penambahan Pada Proses Flotasi, Vol. 6, No. 1

[3] Astuti, Widi, dkk, 2018, Benefisasi Bijih Emas dan Perak Kadar Rendah Menggunakan Palong dan Metode Flotasi, LIPI.

[4] Basset, J, 1994, Buku Ajaran Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Jakarta: EGC.

[5] Ives, K, 2012, The Scientific Basic of Flotation, Springer Science & Business Media.

[6] Maharani, Dewi, Maya., Rini, Y., Shinta, R, D., Yusron, S., Dina, W, I, 2014, Pengaruh penambahan Natrium Metabisulfit dan Suhu Pemasakan Dengan menggunakan Teknologi Vakum Terhadap Kualitas Gula Merah Tebu, Agritech, Vol. 34, No.4, November.

[7] Nastiti, Maita, Atmi, 2014, Pengaruh Konsentrasi Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) dan Suhu Pengeringan Terhadap Karakterisasi Tepung Ampas Tahu, Jurnal Biopress Komoditas Tropis, Vol. 2, No.21.

[8] Pambudi, M. Anugrah, Rizky, 2018, Penentuan Kadar Tembaga (Cu) Dalam Sampel Batuan Mineral, Jurnal Sains dan Seni ITS, Vol. 7, No. 2.

[9] Sukamto, Untung, 2015, Proses Pengolahan dan Pemurnian Bijih Tembaga Dengan Cara Konvensional dan Biomining, FTI UPN, Veteran Yogyakarta.

[10] Supt Tailing Management, 2016, Tailing Discharge Compliance Protocol, Sumbawa: PT XX Nusa Tenggara.

[11] Underwood, A. L, 2001, Analisa Kimia Kuantitatif Edisi Keenam, Jakarta: Erlangga.

[12] Wirfiyati, F, 2012, Flowsheet PT XX Nusa Tenggara, Sumbawa : PT XX Nusa Tenggara.

[13] Wills. B. A, dan Napier-Munn, T, 2006, Wills’ Mineral Processing Technology An Introduction To The Practical Aspects Of Ore Treatment and Mineral Recovery, Elsevier Science & Technology Books.

Diterbitkan

2020-01-23