MESIN PENGERING BAWANG MERAH MENGGUNAKAN DOUBLE BLOWER DAN SENSOR SUHU DHT22 ARDUINO DI DESA BRANGKOLONG KECAMATAN PLAMPANG, SUMBAWA

Penulis

  • Ardila Tri Yuli Yanti Universitas Teknologi Sumbawa
  • Azrial Abizard Universitas Teknologi Sumbawa
  • Fitriani Universitas Teknologi Sumbawa
  • Muhammad Al Fatih Universitas Teknologi Sumbawa
  • Mietra Anggara Universitas Teknologi Sumbawa

Kata Kunci:

Efisiensi, Bawang merah, Double Blower, Sensor Suhu DHT22

Abstrak

Bawang merah (Alliumascalonicum. L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang cukup potensial dan diperkirakan dapat dikembangkan sebagai satu komoditas unggul. Di Kabupaten Sumbawa sendiri, khususnya Kecamatan Plampang merupakan tempat penghasil bawang merah terbanyak dengan produktivitas sebesar 95.39 KW/Ha dengan hasil produksi 18.278 ton di lahan seluas 1.916 Ha (BPS, 2017) [1]. Penanganan pasca panen bawang merah masih dilakukan secara tradisional yaitu dimulai dari pengeringan bawang merah dengan menggunakan sinar matahari langsung membutuhkan waktu 13-14 hari sedangkan permintaan yang tinggi dengan produksi bawang merah yang rendah mengakibatkan efisiensi usaha menjadi rendah. Sehingga dibutuhkan suatu alat yang mampu mengeringkan bawang merah yaitu Mesin Pengering Bawang Merah Menggunakan Double Blower dan Sensor Suhu DHT22 Arduino. Desain mesin pengering bawang merah ini berdimesi 150 cm×80 cm×150 cm, memiliki 10 rak, berkapasitas 50 kg bonggol bawang merah. Menggunakan material stainless steel pada full-body dan ruang pemanas, sedangkan kerangka alat menggunakan alumunium hollow. Program dibuat berdasarkan mikrokontroller arduino uno. Sistem ini bekerja dengan menerima data suhu dan kelembaban dari sensor DHT22 dan digunakan sebagai parameter untuk mengaktifkan blower dan meningkatkan atau menurunkan temperatur pada ruangan. Dari hasil perhitungan dapat diasumsikan bahwa pengeringan bawang merah dapat dilakukan selama 1 jam. Hal ini membuat pengeringan bawang merah lebih efektif dan efisien. Sehingga dapat meningkatkan produksi bawang merah.

Referensi

Badan Pusat Statistik. 2017. Luas Tanaman Perkebunan Rakyat di Kabupaten Sumbawa Dirinci per Kecamatan Tahun 2015. URL: https://sumbawakab.bps.go.id/ linkTableDinamis/view/id/126. Diakses tanggal 27 Novermber 2019.

Basmal. 1992. “Aspek Ekonomi Pengembangan Usaha Budidaya Rumput Laut di Indonesia”. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Jakarta.

Saptadi, AH. “Perbandingan Akurasi Pengukuran Suhu dan Kelembapan Antara Sensor Dht 11 dan Dht 22”. Jurnal Infotel. hal. 49-56. 2014.

Purba, JG. 2019. “Rancangan Bangun Mesin Pengeringan Bawang Kapasitas 7 Kg/jam”. Skripsi. Fakultas Teknik. Universitas Medan Area. Medan.

Wadli. 2005. “Kajian Pengeringan Rumput Laut Menggunakan Alat Pengering Efek Rumah Kaca”. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana. IPB. Bogor.

Wibowo, S. 1998. “Budidaya Bawang: Bawang Putih, Bawang Merah, Bawang Bombay”. Penebar Swadaya: Jakarta.

Diterbitkan

2021-01-05