ANALISIS HUBUNGAN KANDUNGAN TOTAL MOISTURE, TOTAL SULPHUR DAN ASH CONTENT TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE PADA BATUBARA

Penulis

  • Dian Anggreini Universitas Teknologi Sumbawa
  • Syamsul Bahtiar Universitas Teknologi Sumbawa
  • Fauzi Widyawati Universitas Teknologi Sumbawa
  • Syamsul Hidayat Universitas Teknologi Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.36761/jt.v5i3.1316

Kata Kunci:

batubara, moisture, sulphur, ash content, calori value

Abstrak

Sebagian besar batubara dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada pembangkit listrik,
industri semen dan industri pengolahan logam. Penggunaan batubara sebagai bahan bakar
akan sangat bergantung pada kualitas batubara yang dipakai. Parameter utama yang
menentukan kualitas batubara ialah nilai kalori. Sementara itu, nilai kalori suatu batubara
akan sangat bergantung pada beberapa parameter yaitu total moisture, total sulphur dan
ash content. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan
kandungan beberapa parameter tersebut terhadap nilai kalori suatu batubara. Analisis
yang dilakukan menggunakan American Society for Testing and Material (ASTM).
Adapun tahapan analisis ini meliputi preparasi sampel, pengujian air dry loss, residual
moisture, total sulphur, ash content dan gross calorific value. Hasil analisis menunjukkan
bahwa semakin tinggi kandungan total moisture, total sulphur dan ash content maka akan
menyebabkan semakin rendah nilai kalori suatu batubara.

Referensi

REFERENSI

Diessel, C.F.K. (1992). Coal-Bearing Depositional

Systems. Springer-Verlag: Berlin

Heidelberg.

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (2016).

Statistik Potensi dan Neraca Sumber Daya

Mineral dan Batubara. Jakarta.

Fadhili, A. M. & Ansosry (2019). Analisis Pengaruh

Perubahan Nilai Total Moisture, Ash

Content dan Total Sulphur Terhadap Nilai

Kalori Batubara Bb-50 Di Tambang Banko

Barat Pt. Bukit Asam, Tbk. Tanjung Enim

Sumatera Selatan. Jurnal Bina Tambang

Vol. 4 (3), p. 54-64.

Gunara, M. (2017). Potensi Batubara Sebagai

Sumber Energi Alternatif Untuk

Pengembangan Industri Logam. Seminar

Nasional TEKNOKA Ke-2 Vol. 2, p. 22-27.

Hamdani & Oktarini, Y. (2014). Karakteristik

Batubara Pada Cekungan Meulaboh Di

Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya,

Provinsi Aceh. Jurnal Ilmiah Jurutera

Vol.1 (1), p. 77-84.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

(2015). Rencana Strategis Kementerian

ESDM Tahun 2015–2019 (Renstra

KESDM 2015–2019). Jakarta:

Kementerian Energi dan Sumber Daya

Mineral (KESDM).

Komariah, W. E. (2012). Peningkatan Kualitas

Batubara Indonesia Peringkat Rendah

Melalui Penghilangan Moisture Dengan

Pemanasan Gelombang Mikro, skripsi.

Depok: Universitas Indonesia.

Lestari, D., Asy’ari, M. A., Hidayatullah, R. 2016).

Geokimia Batubara Untuk Beberapa

Industri. Jurnal POROS TEKNIK Vol. 8

(1), p. 48-54.

Muchjidin (2006). Pengendalian Mutu Dalam

Industri Batubara. Bandung: Institut

Teknologi Bandung.

Pasymi (2008). Batubara (Jilid-1). Padang: Bung

Hatta University Press.

Sepfitrah (2016). Analisis Proximate Kualitas

Batubara Hasil Tambang Di Riau. Jurnal

Sainstek STT Pekanbaru Vol. 4 (1), p. 18-

Sidiq, N. (2011). Geologi dan Studi Kualitas

Batubara Pada Seam A, Daerah Binai dan

Sekitarnya, Kecamatan Tanjung Palas

Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi

Kalimantarn Timur, skripsi. Yoyakarta:

Universitas Pembangunan Nasional.

Virgiyanti, L. (2015). Kajian Faktor – Faktor yang

Mempengaruhi Penuruan Kualitas

Batubara di Stockpile. JTP Vol. 11 (2).

Xianchun, Li, Song, Hui, Wang, Qi, Meesri,

Chatpol, All, Terry, Yu, Jianglong (2009).

Experimental Study On Drying and

Mositure Re-adsoprtion Kinetics of An

Indonesian Low Rank Coal. Journal of

Environmental Sciences Supplement Vol.

S, p. 127-230.

Diterbitkan

2021-10-21

Terbitan

Bagian

Articles