ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRGASI UNTUK PERTANIAN DI DESA SAMPE KECAMATAN RHEE

Penulis

  • Bayu Septian Erfandi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Teknologi Sumbawa
  • Eti Kurniati Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Teknologi Sumbawa
  • Totok Hari Dewanto Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Teknologi Sumbawa

Kata Kunci:

Kebutuhan Air Irigasi, Pengelolaan Jaringan Irigasi, Perencanaan dimensi saluran

Abstrak

Desa Sampe adalah desa yang berada di Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa Besar, dengan luas wilayah lokasi tempat dilakukannya penelitian yaitu seluas 35 Ha/m². Banyaknya masyarakat yang mayoritas sebagai petani membuat kebutuhan air semakin meningkat, sehingga peran irigasi pertanian sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan air para petani. Namun, masih banyak petani yang tidak merawat saluran irigasi di Daerah ini. Berdasarkan survei yang dilakukan terdapat beberapa saluran yang mengalami kerusakan baik di sengaja ataupun tidak disengaja. Kebutuhan air di daerah irigasi tersebut dua tahun terakhir sempat mengalami kekurangan air irigasi yaitu pada tahun 2017 dan tahun 2018 yang di mana kebutuhan air tidak tercukupi pasca penanaman periode kedua. Maka dari itu diperlukan suatu analisis pendistribusian pemberian air tercepat yang tidak mempengaruhi atau mengurangi kebutuhan air irigasi agar tercukupi hingga pasca tanam kedua dan perencanaan dimensi saluran pada beberapa titik yang mengalami kerusakan. Untuk Perhitungan kebutuhan air irigasi dilakukan dengan menggunakan metode standart perencanaan irigasi. Dimana pola tanaman yang dipakai adalah padi-jagung yang ditinjau dari kebiasan petani setempat. Kebutuhan air netto sawah untuk padi (Net Field Reuerement) dihitung dengan yang ditetapkan oleh Ditjen pengairan (1986). Dari hasil penyelidikan yang dilakukan didapatkan hasil perhitungan kebutuhan air irigasi sebesar 19,07 mm/hari di bulan Desember pada saat penyiapan lahaan dan terkecil di bulan maret sebesar 3,70 mm/hari. Dengan sistem pola pemberian air irigasi secara terus menerus selama musim tanam. Untuk perencanaan dimensi saluran digunakan dua model saluran yaitu bentuk trapesium dengan ukuran Lebar = 0,50 m dan tinggi 0,50 m, dan betuk kedua yaitu persegi degan ukuran digunakan lebar 0,50 m dan tinggi 0,30 m.

Referensi

Agus Dwi Hardiyana, Gst. Ngr. Kerta Arsana, Putu Gustave Suryantara. (2015).” Analisis Keseimbangan Air/Water Balance Di Das Tukad Sungai Kabupaten Tabanan”.

Zulkarnaen, Ady Purnama, Ismail Amin. Februari (2017). Perencanaan Jaringan Irigasi Air Tanah Di Desa Buin Baru Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa.

Krahman. 2016. “Evaluasi Ketersediaan Air Untuk Daerah Irigasi Soropandan Di Das Hulu Sungai Elo.

Anton Priyonugroho. (2014). Analisis Kebutuhan Air Irigasi Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang.

Ir. K. M. Arsyad, M. Sc.Bandung, September 2017. Modul Hidrologi Kebutuhan air. Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Diterbitkan

2021-07-02