ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENERAPAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 35PADA MASJID AL-IHSAN

Authors

  • Mustakin Universitas Teknologi Sumbawa
  • Agus Wahyudi Universitas Teknologi Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.37673/jafa.v3i02.1208

Keywords:

Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Nomor 35, Sumber Daya Manusia, Laporan Keuangan, Hambatan Yang dihadapi

Abstract

Sebelumnya organisasi nonlaba sering disebut organisasi nirlaba, sebutan itu pada tahun lalu mengalami perubahan yang disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia (DSAK IAI) yang melihat mengunakan kata not for frofit (nirlaba) tidak semata-mata menunjukan bentuk negative atau lawan dari frofit activities, sehingga penggunaan kata nir (yang bearti tidak atau bukan) dinilai kurang tepat, sehingga diganti dengan kata yang tepat adalah nonlaba. Masjid merupakan salah satu jenis organisasi nirlaba dalam bidang keagamaan. Pada organisasi nirlaba cenderung tidak ada suatu kepemilikan organisasi yang mutlak, karena biasanya organisasi nirlaba ini di dirikan oleh beberapa orang maupun kelompok. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk menganalisis apa saja faktor-faktor penghambat penerapan ISAK 35 pada laporan keuangan yang ada di Masjid AL-IHSAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh dari Hasil Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Analisis Hambatan yang dihadapi oleh pengurus masjid AL-IHSAN dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan Interpertasi Standar Akuntansi Keuangan Nomor 35 (ISAK 35). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di masjid AL-IHSAN belum Menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku yaitu Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Nomor 35. Karena laoran keuangan yang dibuat masih sederhana yakni penerimaan dan pengeluaran kas. Pengurus Masjid AL-IHSAN memiliki beberapa hambatan dalam penyusunan laporan keuangan ISAK 35 yaitu Lemahnya Sumber Daya Manusia dalam ilmu akuntansi, Kendala pemahaman ISAK 35, serta keterbatasan waktu dalam penyusunan laporan keuangan.

Published

2021-03-31