ANALISIS BEBAN KERJA FISIK PEKERJA HELPER DENGAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DAN BIOMEKANIKA DI PELINDO III CABANG BADAS KABUPATEN SUMBAWA BESAR

Penulis

  • Nurul Hudaningsih
  • Dika Satria Mahardika

Kata Kunci:

Beban Kerja, Nordic Body Map, Biomekanika

Abstrak

Keselamatan dan kesehatan kerja saat ini penting untuk dijalankan bagi setiap perusahaan agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan produktif di lingkungan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan bagi para pekerja. Prioritas utama dalam melakukan aktivitas pekerjaan adalah keselamatan pekerja. Setelah ada jaminan keselamatan pekerja, maka selanjutnya syarat kesehatan pekerja harus dipenuhi. Pemenuhan kesehatan yang prima ini bertujuan agar pekerja dapat produktif dan tidak mengalami gangguan kesehatan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengalisa beban kerja fisik pekerja helper yang menggunakan Nordic Body Map (NBM) dan Biomekanika sebagai metodenya. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian yaitu dilihat pada potensi beban kerja fisik pekerja helper di area kerja memiliki tingkat beban kerja yang tinggi sehingga dapat menyebabkan resiko cedera pada pekerja helper. Dikarenakan kedua nilai Lifting Index ? 1 dan keluhan dalam pengisisan kuisioner NBM, termasuk dalam tingkatan resiko yang tinggi. Kemudian pada Tingkat keparahan cedera pada otot-otot para pekerja helper yang paling tinggi terjadi pada otot bagian bahu dikarenakan rata-rata penilaian kuisioner berada pada rentang nilai “Tinggi”. Dimana nilai untuk pekerja helper 1 memiliki nilai 88 dan helper 2 memiliki nilai 90. Dimana pemilihan poin (SS) Sangat Sakit lebih dominan dibandingkan dengan pemilihan poin lainnya pada kuisioner NBM.

Referensi

Dhania, D. R. (2010). Pengaruh stress kerja, Beban Kerja terhadap kepuasan karyawan. Jurnal Psikologi Universitas Maria Kudus, 15-23.

Evadarianto, N. &. (2017). Postur Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Manual Handling Bagian Rolling Mill.” The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health.

Hall. (2003). Musculoskeletal Disorde Among Visual Display Terminal Users in a Telecommunications Company

Humantech. (1995). Aplied Ergonomics Training Manual 2nd Edition. Australia: Berkeley Vale.

Kroemer, K. H.-E. (2001). Ergonomics How to Design for Ease and Efficiency. New Jersey.

Kuorinka, I. J. (1987). Standardised Nordic Questionnarires fir the Analysis of Musculosketal Symptoms. Applied Ergonomics, 233-237.

NIOSH. (1997). ”Musculoskeletal Disorders and Workplace Factors: A Critical Review of Epidemiologic Evidence fork Work Related Musculoskeletal Disorders. NIOSH: Centers of Disease Control and Prevention.

Nurjanah. (2016). Risk Factory of Pulmonary Tuber Culosis on Productive Age Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kerja.

Putra, B. R. (2012). Pengaruh Job Stressor terhadap Turnover Intention dengan Kepuasan kerja Sebagai Variabel Pemediasi. Jurnal Studi manajemen Indonesia, 72-82.

Santoso. (2014). Perancangan Metode Kerja untuk Mengurangi Kelelahan Kerja pada Aktivitas Mesin Bor di Workshop Bubut PT. Cahaya Samudra Shipyard. Profesiensi. 2, 155-164.

Soleman, A. (2011). Analisis Beban Kerja Ditinjau Dari Faktor Usia Dengan Pendekatan Recommended Weiht Limit ( Studi Kasus Mahasiswa Unpatti Poka). ARIKA, 83-98.

Wijaya, K. (2019). Identifikasi Risiko Ergonomi dengan Metode Nordic Body Map Terhadap Pekerja Konveksi Sablon. Seminar dan Konferensi Nasional IDEC.

Tarwaka. ( 2010). ERGONOMI INDUSTRI : Dasar- dasar Pengetahuan Ergonomi dan aplikasi di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan press.

Diterbitkan

2021-08-31

Terbitan

Bagian

Articles