https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jitsa/issue/feed JURNAL INDUSTRI & TEKNOLOGI SAMAWA 2022-02-28T22:23:02+07:00 Ismi Mashabai jurnal.jitsa@uts.ac.id Open Journal Systems <p><strong>JITSA (Jurnal Industri &amp; Teknologi Samawa)</strong> adalah publikasi ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Sistem, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Nusa Tenggara Barat.</p> <p><strong>Jurnal JITSA berfokus pada kajian tentang:</strong> (1) Sistem Manufaktur, (2) Riset Operasional, (3) Desain dan Pengembangan Produk, (4) Teknologi Manufaktur, (5) Studi Kerja, (6) Ergonomi, (7) Sistem Logistik, (8) Sistem Bisnis, ( 9) Rekayasa Kualitas dan Keandalan, (10) Sistem Informasi dan Manajemen Pengetahuan, (11) Pemodelan Sistem, (12) Optimalisasi Usaha Kecil Menengah (UKM), (13) Optimalisasi Sektor Publik, (14) Pendidikan Teknik Industri.</p> <p><strong>Jurnal diterbikan dalam 2 kali (setahun), yakni bulan </strong><strong>Februari</strong><strong> &amp; </strong><strong>Agustus.</strong></p> <p>Pengelola JITSA mengundang para mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi industri untuk mempublikasikan hasil riset, gagasan pemikiran/konseptual pada bidang yang telah disebutkan.</p> https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jitsa/article/view/1559 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PADA BENGKEL BUBUT DAN LAS DI CV. RAIHAN TEKNIK 2022-02-28T21:14:49+07:00 Yudhistira Putra yudhistiraputra96@gmail.com <p><em>Raihan Teknik merupakan bengkel bubut dan las yang bergerak di bidang manufaktur. Kondisi tata letak fasilitas pada CV. Raihan Teknik saat ini yaitu kantor, area bongkar muat, dan gudang bahan baku masih bergabung dengan tempat produksi. Selain itu penempatan mesin-mesin dan peralatan produksi yang tidak memperhatikan aliran proses produksi. Masalah yang dapat terjadi jika hal ini terus berlanjut maka akan terjadi pengulangan kegiatan yang menyebabkan terjadinya kelelahan terhadap karyawan disana serta inefisiensi waktu produksi yang mengakibatkan turunnya tingkat produktivitas produksi. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan metode Systematic Layout Planning (SLP). Metode ini dapat menyelesaikan permasalahan tata letak fasilitas pada CV. Raihan Teknik dengan tingkat kedekatan hubungan, perencanaan kebutuhan luas lantai, memperhitungkan jarak perpindahan material dan tata letak akhir. Luas area produksi CV. Raihan Teknik yang digunakan pada tata letak awal sebesar 64,5 m<sup>2</sup>. Dengan luas area tersebut di dalamnya terdapat kantor, area bongkar muat, gudang bahan baku, dan tempat produksi. Luas area yang dibutuhkan secara keseluruhan yaitu sebesar 189,03 m<sup>2</sup>. Berdasarkan kebutuhan area tersebut maka perlu area baru untuk memperluas area produksi CV. Raihan Teknik. Penambahan area tersebut diakomodasi oleh CV. Raihan Teknik dengan total area lahan yang tersedia sebesar 400 m<sup>2</sup>. Berdasarkan jarak perpindahan material, Activity Relationship Diagram (ARD), dan Space Relationship Diagram (SRD) maka alternatif tata letak usulan yang dipilih adalah alternatif II dengan penghematan sebesar 41% dari layout awal.</em></p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 JURNAL INDUSTRI & TEKNOLOGI SAMAWA https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jitsa/article/view/1560 ANALISIS PERBEDAAN JENIS KELAMIN TERHADAP PERILAKU AKTUAL MAHASISWA SETELAH MENERIMA VAKSIN COVID-19 2022-02-28T21:31:12+07:00 Tiara Verita Yestica tiaraverita@telkomuniversity.ac.id <p><em>Pada awal tahun 2022, Indonesia sudah mencapai 72% dari target suntikan vaksin COVID-19 baik untuk dosis pertama maupun kedua. Meskipun vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi COVID-19, serta mengurangi perawatan dan kematian, masyarakat tetap diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari mobilitas, serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut. Tujuan penelitian pendahuluan ini yaitu menganalisis perbedaan jenis kelamin terhadap perilaku aktual pencegahan penularan COVID-19 di kalangan mahasiswa setelah menerima vaksin COVID-19. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan kuesioner online yang disebarkan kepada kelompok mahasiswa. Hasil yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan analisis Chi-Square. Hasil penelitian pendahuluan ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menunjukkan adanya perilaku aktual pencegahan penularan COVID-19 yang baik setelah vaksin. Selain itu, perbedaan jenis kelamin berhubungan dengan perilaku aktual menjaga jarak dan mencuci tangan (p&lt;0,05). Gambaran sebagian hasil ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah terkait tindakan selanjutnya dalam menekan penyebaran COVID-19 terutama bagi kalangan mahasiswa laki-laki yang beberapa masih menunjukkan adanya perilaku aktual yang buruk.</em></p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 JURNAL INDUSTRI & TEKNOLOGI SAMAWA https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jitsa/article/view/1561 ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS KAIN GREY DI PT ANGGANA KURNIA PUTRA BANDUNG DENGAN MENGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS 2022-02-28T21:45:22+07:00 Iwan Satriyo Nugroho iwansatrio@uninus.ac.id <p><em>PT.Anggana Kurnia Putra Bandung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil yang menjalankan kegiatannya memproduksi kain rajut (knitting). Permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan adalah masih terdapat cacat pada kain grey yang terus meningkat. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan pemecahan penyebab kerusakan kain dengan menggunakan metode Seven Tools. Berdasarkan hasil pengolahan menggunakan Seven Tools, dilakukan pendataan cacat kain grey dan hasil produksi kain grey. Diagram alir menunjukkan alur produksi kain grey, check sheet dan histogram menyajikan produk cacat, jenis cacat dan hasil produksi. Untuk p-chart memonitor produk cacat yang berada di luar batas kendali dan tingkat kecacatan pada PT.Anggana Kurnia Putra Bandung pada tahun Januari 2020 s/d Desember 2020. Berdasarkan hasil monitoring didapatkan kecacatan masih dalam batas kendali/ masih bisa dikendalikan, diagram pencar menunjukkan apakah variabel yang diambil memiliki hubungan semakin banyak produksi kain di bulan Juli semakin banyak cacat pada kain abu-abu. Diagram Pareto melihat produk mana yang dominan di 2020. Analisa kecacatan menunjukkan Jarum Rusak 9.346 Roll (60,7%), Kain Rusak 2.745 Roll (17,8%), dan Jarum Rusak 783 Roll (5,1%), Analisis ini akan sangat membantu menemukan faktor dan penyebabnya sehingga peneliti dapat memberikan saran untuk pengendalian kualitas kain Grey. Penelitian dibiayai oleh DITJEN DIKTIRISTEK KEMENDIKBUD sebagai bagian penelitian MBKM.</em></p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 JURNAL INDUSTRI & TEKNOLOGI SAMAWA https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jitsa/article/view/1562 PENGUKURAN KERJA PENGGANTIAN OLI SHOCK MENGGUNAKAN TsA-1 DAN ALAT STANDAR DI BENGKEL AHASS HONDA SALES OPERATION AMPENAN DENGAN METODE JAM HENTI (STOPWATCH TIME STUDY) 2022-02-28T21:54:15+07:00 I Made Suartika imadesuartika@unram.ac.id <p><em>Honda Sales Operation Mataram adalah perusahaan yang bergerak dibidang distribusi dan retail kendaraan. Sebagai tanggung jawab perusahaan terhadap purna jual produk kendaraan maka didirikan bengkel cabang resmi AHASS. Untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan konsumen, bengkel harus mampu bekerja efisien dan efektif. Efisien dan efektifnya operasional suatu perusahaan sangat ditentukan oleh sumber daya yang dimilki baik sumber daya manusia maupun peralatan yang digunakan. Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pelayanan penggantian oli shock di bengkel AHASS&nbsp; &nbsp;&nbsp;dibuat suatu alat bantu yang disebut TsA-1 (tool shock absorber). Alat bantu TsA-1 bertujuan untuk mempermudah mekanik dalam melakukan pekerjaannya. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan waktu kerja penggantian oli shock menggunakan alat bantu TsA-1 dengan peralatan yang biasa digunakan sebelumnya. Metode yang digunakan dalam pengukuran kerja ini adalah metode jam henti (stopwatch time study) dengan tiga pengulangan untuk setiap sampel proses pengukuran waktu kerja. Proses kerja yang di ukur adalah proses penggantian oli shock dan penggantian seal shock. Hasil pengukuran waktu kerja diketahui bahwa waktu normal penggantian oli shock menggunakan alat biasa adalah 39,38 menit dan menggunakan TsA-1 adalah 33,52 menit. Demikian pula waktu standarnya menggunakan alat biasa adalah 41,45 menit dan menggunakan TsA-1 adalah 35,28 menit. Untuk proses penggantian seal shock hasil pengukuran waktu kerjanya didapatkan waktu normal&nbsp; 53,36 menit dengan alat biasa dan 51,70 menit menggunakan TsA-1. Waktu standar penggantian seal shock dengan alat biasa 56,16 menit dan 54,42 menit menggunakan TsA-1. Sehingga secara keseluruhan berdasarkan analisis data pengukuran kerja dapat disimpulkan bahwa alat bantu TsA-1 dapat meningkatkan produktivitas mekanik dalam menyelesaikan pekerjaanya. Mekanik dengan menggunakan TsA-1 lebih cepat 1,74 menit dalam menyelesaikan pekerjaannya dibandingkan dengan alat biasa. Ada selisih waktu 6,17 menit atau meningkat 13 persen dari waktu standar 41,52 menit mnggunakan alat biasa dan 33,52 menit dengan menggunakan alat TsA-1. Sehingga penggunaan alat TsA-1 lebih efektif dan efisien dari alat biasa dari segi perhitungan waktu dan pengakuan mekanik.</em></p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 JURNAL INDUSTRI & TEKNOLOGI SAMAWA https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jitsa/article/view/1563 PERBAIKAN EQUIPMENT PROSES PRODUKSI TX442 DENGAN KONSEP DESIGN FOR MANUFACTURE AND ASSEMBLING (DFMA) DI PT. SURYA TOTO INDONESIA Tbk 2022-02-28T22:01:42+07:00 Wanto Sarwoko wantosarwaoko@gmail.com <p><em>Surya Toto Indonesia Tbk, cara melakukan efektivitas di semua lini proses, dari awal sumber material datang sampai dengan produk jadi siap kirim ke pemakai demi memenuhi kepuasan pelanggan. tujuan dari penelitian untuk mengetahui waktu proses produksi finished goods bath and shower mixer (tipe TX442) di ruko H1 line concealed assembling sebelum dilakukan perbaikan di PT. Surya Toto Indonesia, Tbk dan untuk mengetahui analisa perbaikan equipment pada proses produksi finished goods bath and shower mixer (tipe TX442) dengan pendekatan konsep design for manufacture and assembly di PT. Surya Toto Indonesia, Tbk. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Waktu proses produksi finished goods bath and shower mixer (tipe TX442) dengan jig periksa fungsi manual melalui proses identifikasi dan pengukuran waktu kerja dengan menggunakan sistem MOST total waktu proses produksi yang didapat adalah 17264 TMU atau 621.50 detik dan.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Analisa perbaikan equipment pada proses produksi finished goods bath and shower mixer (tipe TX442) dengan pendekatan konsep design for manufacture &amp; assembly (DFMA) menggunakan metode Boothroyd-Dewhurst, menghasilkan efisiensi pengurangan komponen jig periksa fungsi dari 26 komponen menjadi 10 komponen tanpa mengurangi fungsi dan kualitas jig. Pendekatan konsep DFMA dinilai cukup efektif karena mampu menaikan nilai efisiensi desain dibandingkan dengan nilai efisiensi sebelumnya yaitu meningkat 3,3%. Kemudian menurunkan waktu perakitan (Assembly Time) sebesar 39,5% yaitu dari 266,04 detik menjadi 160,95 detik dari desain jig sebelumnya. Perubahan desain jig periksa fungsi juga berpengaruh besar terhadap penurunan waktu proses produksi bath and shower mixer tipe TX442 sebesar 15,64% yaitu dari 621,50 detik menjadi 524,30 detik per produk, dimana dari total waktu tersebut ada dua tahapan proses yang mengalami penurunan yaitu proses persiapan sebesar 12,43% yaitu dari 95,54 detik menjadi 83,66 detik dan proses periksa fungsi sebesar 36,86% yaitu dari 231,48 detik menjadi 146,16 detik. Kemudian berdampak pula terhadap pencapaian target produktivitas yang mengalami kenaikan sebesar 18,54% yaitu dari 42 Pcs menjadi 50 Pcs per hari.</em></p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 JURNAL INDUSTRI & TEKNOLOGI SAMAWA https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jitsa/article/view/1564 ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PADA SEKSI OPERASI UTILITAS PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK PABRIK TUBAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX 2022-02-28T22:09:08+07:00 Koko Hermanto koko.hermanto@uts.ac.id <p><em>Perkembangan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan pada bidang industri bergerak dengan sangat cepat. Persaingan global ditambah situasi pandemi seperti ini menuntut semua pihak berpikir lebih keras. Khususnya di bidang industri, berbagai inovasi dilakukan demi menciptakan sistem industri yang baik. Banyak langkah yang diambil, mulai dari penambahan serta penggunaan mesin-mesin yang canggih hingga pelatihan kepada sekelompok orang oleh beberapa ahli. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dibidang industri semen. Produk utama yang dihasilkan adalah Portland tipe II-V (Non-OPC). Kelancaran dalam proses produksi semen tentunya terdapat unit pendukung kegiatan operasional yaitu seksi Operasi Utilitas yang mendukung proses produksi atau sering juga disebut sarana penunjang proses yang diperlukan pabrik agar dapat berjalan dengan baik. Tingginya tanggung jawab yang dimiliki pada seksi ini maka tentunya para karyawan di seksi ini memiliki beban kerja yang tinggi. Pengaruh yang ditimbulkan akibat beban kerja yang tinggi adalah penurunan kinerja kerja karyawan, dari penurunan kinerja kerja karyawan akan berdampak pada kualitas hasil pekerjaan yang dilakukan. Beban kerja yang dialami karyawan juga tidak lepas dari beban kerja mental yang dialami, beban kerja mental dapat diartikan sebagai sebuah interaksi terhadap tuntutan kerja dengan kemampuan sumber daya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkatan beban kerja mental pada seksi Operasi Utilitas PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban serta membantu perusahaan untuk mengatasi permasalahan beban kerja mental untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkatan beban kerja mental karyawan adalah dengan menggunakan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX). Berdasarkan tujuan dari penelitian ini maka didapatkan hasil penelitian yaitu terdapat 1 orang karyawan yang memiliki beban kerja mental sedang, 13 orang karyawan memiliki beban kerja mental tinggi dan 13 orang karyawan memiliki beban kerja mental tinggi sekali.</em></p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 JURNAL INDUSTRI & TEKNOLOGI SAMAWA https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jitsa/article/view/1565 ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PINTU RUMAH PADA UD RAHMAN MEUBLER DENGAN MENGUNAKAN METODE SIX SIGMA DESA PUNGKA KAB SUMBAWA BESAR 2022-02-28T22:14:56+07:00 Ismi Mashabai ismi.mashabai@uts.ac.id <p><em>Kualitas produk adalah suatu hal yang sangat penting dimiliki oleh suatu unit usaha yang bertujuan untuk memberikan produk yang terbaik kepada konsumen sehingga dengan kualitas produk tersebut dapat memberikan rasa kepuasan tehadap konsumen. Konsumen akan menganggap kualitas produk itu baik jika kebutuhan dan keinginannya terhadap produk tersebut dapat terpuaskan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas atau mutu barang atau jasa hasil produksi suatu perusahaan merupakan cerminan keberhasilan perusahaan. Salah satu perusahaan yang mempunyai beberapa kendala terhadap kualitas produknya adalah UD Rahman Meubler. UD Rahman Meubler adalah sebuah UMKM dalam memproduksi berbagai macam bentuk mebel seperti kursi, meja, lemari, pintu, dan jendela. Adapun kendala pada UD Rahman Meubler yaitu pada kualitas produknya yang mengalami sering mengalami kecacatan pada produk kayu sehingga menyebabkan kerugian pada perusahaan. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode six sigma. Metode six sigma dibutuhkan untuk melakukan peningkatan terus-menerus melalui pendekatan sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan dan fakta dengan menggunakan peralatan,pelatihan dan pengukuran,sehingga semua kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. Metodologi six sigma&nbsp; yang digunakan yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control).</em></p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 JURNAL INDUSTRI & TEKNOLOGI SAMAWA https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jitsa/article/view/1566 ANALISIS POTENSI BAHAYA PADA PT. INFRASTRUKTUR TERBARUKAN BUANA MENGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) LOMBOK TIMUR 2022-02-28T22:23:02+07:00 Iksan Adiasa iksan.adiasa@uts.ac.id <p><em>Kebutuhan akan listrik dalam kehidupan sangat berpengaruh terhadap aktifitas manusia. Salah satu perusahaan pembangkit listrik di Nusa Tenggara Barat adalah PT. Infrastruktur Terbarukan Buana. Berdasarkan observasi ditemukan potensi bahaya berupa kabel keluar ke permukaan tanah yang dapat menyebabkan kabel bocor sehingga berpotensi tersandung kabel, tersengat listrik hingga merenggut korban jiwa. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat bekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA). Berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian potensi bahaya yang telah dilakukan, terdapat 5 tingkat klasifikasi yaitu very high, priority 1, substantional, priority 3, dan&nbsp; acceptable. Dari 5 aktivitas berbahaya terdapat 2 aktivitas berbahaya yang terbagi ke dalam very high, terdapat 1 sumber bahaya substantional, terdapat 1 sumber bahaya acceptable, dan terdapat 1 sumber bahaya priority 1. Diperlukan perbaikan berupa perbaikan jalan, melakukan penimbunan kembali kabel dengan kedalaman tanah kurang lebih 2 meter, membangun pondasi untuk menahan tanah, memberikan tanda peringatan bahwa adaya suara bising dipintu masuk pv box agar pekerja menggunakan alat pelindung telinga, dan dilakukan penggantian tanda bahaya. Diharapkan dari penelitian ini adalah agar kesehatan dan keselamatan kerja di PT. Infrastruktur Terbarukan Buana meningkat dan pekerja terhindar dari risiko kecelakaan kerja</em></p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 JURNAL INDUSTRI & TEKNOLOGI SAMAWA