Tentang Jurnal Ini

Tentang Jurnal

Fokus dan Ruang Lingkup

Jurnal Satwa Tumbuhan Indonesia (JSTI) mengundang artikel hasil penelitian, komunikasi singkat, dan ulasan yang menggambarkan temuan/fenomena baru dari berbagai bidang keanekaragaman hayati hewan dan tumbuhan termasuk ekologi, ilmu lingkungan, biosistematika, genetika molekuler.

Proses Review

Proses Review naskah yang masuk akan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Naskah akan dievaluasi terlebih dahulu oleh Pemimpin Redaksi dan dapat ditolak jika tidak memiliki nilai ilmiah yang kuat dan tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal.
  2. Pemimpin Redaksi akan menugaskan Editor yang menangani untuk memeriksa lebih lanjut naskah tersebut untuk mengetahui adanya indikasi plagiarisme dan kesalahan studi.
  3. Naskah akan dikirim oleh Editor kepada setidaknya dua peninjau independen. Peninjauan akan dilakukan dalam proses Single-Blind Review. (Proses peninjauan membutuhkan waktu dua minggu hingga dua bulan, tergantung pada peninjau).
  4. Penulis harus melakukan proses revisi sesegera mungkin. Keputusan naskah yang telah direvisi akan dievaluasi berdasarkan rekomendasi reviewer dari beberapa kemungkinan: langsung diterbitkan, perlu revisi minor, perlu revisi mayor, dan ditolak.
  5. Dewan Redaksi Jurnal Satwa Tumbuhan Indonesia (JSTI) berhak memutuskan naskah yang masuk ke jurnal untuk diterbitkan.

Kebijakan Akses Terbuka

Jurnal ini menyediakan akses terbuka langsung ke kontennya dengan prinsip bahwa membuat penelitian tersedia secara bebas untuk publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar.

Frekuensi Publikasi

Jurnal Satwa Tumbuhan Indonesia (JSTI) terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus.

Kebijakan Plagiarisme

Plagiarisme, penyalinan ide, teks, data, dan karya kreatif lainnya tanpa pengutipan yang benar adalah pelanggaran serius. Pemeriksaan plagiarisme akan dilakukan oleh Dewan Redaksi dengan menggunakan perangkat lunak Turnitin.  Jurnal Satwa Tumbuhan Indonesia (JSTI) mendefinisikan plagiarisme sebuah makalah setidaknya 30% kemiripan dan tanpa kutipan dengan karya lain. Penulis akan diberi kesempatan untuk melakukan sanggahan jika ditemukan bukti plagiarisme sebelum/sesudah naskah diterima atau setelah naskah dipublikasikan. Jika argumen yang diajukan tidak memuaskan, naskah akan ditarik kembali dan penulis akan dikenai sanksi untuk tidak mempublikasikan karya tulisnya selama jangka waktu yang ditentukan oleh Editor yang bertanggung jawab.

Tugas penulis

sumber: http://www.publicationethics.org/files/u2/Best_Practice.pdf

  1. Penulisan makalah: Penulisan makalah harus dibatasi pada mereka yang telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penelitian yang dilaporkan. Jika ada peserta lain yang telah berpartisipasi dalam aspek substantif tertentu dari penelitian, mereka harus diakui atau dicantumkan sebagai kontributor.
  2. Orisinalitas dan plagiarisme: Penulis harus memastikan bahwa mereka telah menulis karya yang sepenuhnya orisinal, dan jika ada karya dan/atau kata-kata orang lain, maka hal tersebut telah dikutip dengan tepat.
  3. Publikasi ganda, berlebihan atau bersamaan: Penulis tidak boleh mengirimkan naskah yang sama di lebih dari satu jurnal atau publikasi primer.
  4. Pengakuan sumber: Ucapan terima kasih yang tepat kepada pihak lain harus selalu ditulis.
  5. Pengungkapan dan konflik kepentingan: Penulis harus menyertakan pengungkapan semua hubungan untuk mencegah potensi konflik kepentingan.
  6. Kesalahan mendasar dalam karya yang diterbitkan: Ketika penulis menemukan kesalahan yang signifikan atau karya mereka sendiri yang dipublikasikan, mereka harus memberi tahu dan bekerja sama dengan editor jurnal atau penerbit untuk menarik kembali atau memperbaiki karya tersebut.
  7. Standar pelaporan: Penulis harus menyajikan laporan yang akurat tentang pekerjaan yang dilakukan serta diskusi yang objektif.
  8. Bahaya dan subjek manusia atau hewan: Jika pekerjaan melibatkan bahaya yang tidak biasa yang melekat dan / atau penggunaan subjek manusia atau hewan, maka penulis harus menyatakan dan menuliskannya dengan jelas dalam makalah mereka.
  9. Penggunaan gambar pasien atau detail kasus: Penelitian pada pasien atau sukarelawan memerlukan persetujuan komite etik dan harus didokumentasikan dalam makalah.

Tugas Editor

  1. Keputusan publikasi: Editor dapat dipandu oleh kebijakan Dewan Editorial jurnal dan dibatasi oleh persyaratan hukum yang berlaku terkait pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan plagiarisme.
  2. Permainan yang adil: Editor harus mengevaluasi naskah untuk konten intelektual mereka tanpa memperhatikan ras, jenis kelamin, orientasi seksual, keyakinan agama, asal etnis, kewarganegaraan, atau filosofi politik penulis.
  3. Kerahasiaan: Editor tidak boleh mengungkapkan informasi apa pun tentang naskah yang dikirimkan kepada siapa pun selain penulis yang bersangkutan, pengulas, penasihat editorial lainnya, dan penerbit, sebagaimana mestinya.
  4. Pengakuan sumber: Ucapan terima kasih yang tepat kepada pihak lain harus selalu ditulis.
  5. Pengungkapan dan konflik kepentingan: Editor harus mewajibkan semua kontributor untuk mengungkapkan kepentingan yang relevan dan mempublikasikan koreksi jika kepentingan yang relevan terungkap setelah publikasi. Materi yang tidak dipublikasikan yang diungkapkan dalam naskah yang diserahkan tidak boleh digunakan dalam penelitian editor sendiri tanpa persetujuan tertulis dari penulis. Jika diperlukan, tindakan lain yang sesuai harus dilakukan, seperti publikasi pencabutan atau ungkapan keprihatinan.
  6. Kutipan mandiri jurnal: Editor harus mengarahkan penulis ke literatur yang relevan sebagai bagian dari proses penelaahan sejawat, namun hal ini tidak boleh diperluas menjadi instruksi menyeluruh untuk mengutip jurnal individu
  7. Keterlibatan dan kerja sama dalam penyelidikan: Setiap tindakan yang dilaporkan sebagai perilaku penerbitan yang tidak etis harus diselidiki, bahkan jika hal itu ditemukan bertahun-tahun setelah penerbitan. Editor jurnal harus mengambil tindakan yang cukup responsif ketika ada keluhan etis yang diajukan mengenai naskah yang diserahkan atau makalah yang diterbitkan, bersama dengan penerbit (atau masyarakat).

Tugas Reviewer

sumber : http://www.publicationethics.org/files/u2/Best_Practice.pdf

  1. Kontribusi terhadap keputusan editorial: Penelaahan sejawat membantu editor dalam membuat keputusan editorial dan melalui komunikasi editorial dengan penulis juga dapat membantu penulis dalam memperbaiki makalah.
  2. Ketepatan waktu: Setiap penelaah sejawat terpilih yang merasa tidak memenuhi syarat untuk menelaah penelitian yang dilaporkan dalam naskah atau mengetahui bahwa penelaahan yang cepat tidak mungkin dilakukan harus memberi tahu editor dan memaafkan dirinya sendiri dari proses penelaahan.
  3. Kerahasiaan: Setiap naskah yang diterima untuk ditelaah sejawat harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Naskah tersebut tidak boleh diperlihatkan atau didiskusikan dengan orang lain kecuali jika diizinkan oleh editor.
  4. Standar objektivitas: Penelaahan sejawat harus dilakukan secara objektif. Kritik pribadi terhadap penulis tidak pantas dilakukan. Penelaah harus mengungkapkan pandangan mereka dengan jelas dengan argumen yang mendukung.
  5. Pengakuan sumber: Peninjau sejawat harus mengidentifikasi karya yang diterbitkan yang relevan yang belum dikutip oleh penulis.
  6. Kutipan mandiri jurnal: Editor harus mengarahkan penulis ke literatur yang relevan sebagai bagian dari proses penelaahan sejawat, namun hal ini tidak boleh diperluas menjadi instruksi menyeluruh untuk mengutip jurnal individu.
  7. Pengungkapan dan konflik kepentingan: Mitra bestari tidak boleh mempertimbangkan naskah yang memiliki konflik kepentingan yang diakibatkan oleh hubungan kompetitif, kolaboratif, atau hubungan atau koneksi lain dengan penulis, perusahaan, atau institusi yang terkait dengan naskah. Materi yang tidak dipublikasikan yang diungkapkan dalam naskah yang dikirimkan tidak boleh digunakan dalam penelitian pengulas sendiri tanpa persetujuan tertulis dari penulis.

Pencabutan

Makalah yang diterbitkan dalam Jurnal Satwa Tumbuhan Indonesia (JSTI) akan dipertimbangkan untuk ditarik kembali dalam publikasi jika:

  1. Mereka memiliki bukti yang jelas bahwa temuan tersebut tidak dapat diandalkan, baik sebagai akibat dari kesalahan (misalnya fabrikasi data) atau kesalahan yang disengaja (misalnya kesalahan perhitungan atau kesalahan eksperimental)
  2. Temuan sebelumnya telah dipublikasikan di tempat lain tanpa referensi silang, izin, atau pembenaran yang tepat (misalnya kasus publikasi yang berlebihan)
  3. Merupakan karya plagiarisme
  4. Melaporkan penelitian yang tidak etis

Mekanisme pencabutan mengikuti Pedoman Pencabutan dari Committee on Publication Ethics (COPE) yang dapat diakses di https://publicationethics.org/files/retraction%20guidelines.pdf.