Pengaruh Konsentrasi 2ip Terhadap Pembentukan Tunas dari Embrio Somatik Tanaman Aglaonema dud anjamani Secara In Vitro

Penulis

  • Kholika Yana Prodi Bioteknologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa
  • Win Ariga Mansur Malonga Universitas Teknologi Sumbawa
  • Edhi Sandra

Kata Kunci:

Aglaonema dud anjamani; embrio somatik,; kultur In-vitro

Abstrak

Aglaonema di Indonesia lebih dikenal dengan Sri Rejeki. Salah satu jenis Aglaonema yang populer dikenal dimasyarakat ialah Aglaonema “dud anjamani”. Aglaonema jenis ini merupakan Aglaonema hibrida yang berasal dari Thailand yang memiliki perpaduan warna hijau terang dan merah terang, bentuk daunnya membulat sehingga lebih memudahkan susunan daunnya membentuk roset. Sebagai penerapan bioteknologi modern, kultur in vitro telah terbukti dapat digunakan untuk menghasilkan benih tanaman secara masal dan cepat. Penggunaan teknik kultur in vitro juga tidak membutuhkan ruangan yang luas dibandingkan budidaya tanaman secara konvensional. Serta tanaman yang dihasilkan bebas dari penyakit, hama, dan virus karena kondisi lingkungan kultur yang aseptik. Pada penelitian ini menggunakan embrio somatik tanaman Aglaonema dud anjamani dengan 5 perlakuan yaitu kontrol MS0, MS0 + 2ip dengan konsentrasi 2ip (0.5mg/L, 1mg/L, 1,5mg/L dan 2mg/L). Penelitian ini menggunakan teknik subkultur. Hasil pertumbuhan tunas dengan penambahan hormon 2ip pada setiap perlakuan dengan konsentrasi yang berbeda-beda memberikan respon pada pertumbuhan tunas dan jumlah tunas yang berhasil terbentuk dari masing-masing perlakuan, pada minggu ke-12 berdasarkan menunjukkan bahwa perlakuan kontrol dan perlakuan 2ip dengan konsentrasi 2ml berbeda nyata dengan perlakuan 2ip dengan konsentrasi 1ml dan perlakuan 2ip dengan konsentrasi 1.5mg/L, serta berbeda sangat nyata dengan perlakuan 2ip dengan konsentrasi 0.5mg/L.

Referensi

Jurnal

Amelya, T., Akbar, J., Lestari, S. D., Hamid, A., Hafizh, M., & Haryanto, L. I. (2023). Efektivitas Ekstrak Buah Bintaro (Cerbera manghas L.) dan Limbah Kulit Pisang sebagai Pestisida Nabati dan Pengkilap Aglaonema. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman, 2(2), 36-50.

Wahyuni, DK., Prasetyo, D., Sucipto, H. 2014. Perkembangan Kultur Daun Aglaonema sp. dengan Perlakuan Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh NAA dan 2,4-D dengan BAP. Jurnal Bioslogos. 4(1) : 10-14.

Karjadi, A. K., & Buchory, A. (2008). Pengaruh auksin dan sitokinin terhadap pertumbuhan dan perkembangan jaringan meristem kentang kultivar granola.

Buku

Qodriyah, L., & Sutisna, A. (2007). Teknik perbanyakan vegetatif beberapa aksesi Aglaonema menggunakan setek mata tunas tunggal dengan batang terbelah. Buletin Teknik Pertanian, 12(2), 74-77.

Indrasti, UA. 2009. Perbanyakan Tanaman Hias Aglonema. Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta. Departemen Pertanian. Jakarta.

George. E.F. and Sherington. 1993. Plant Propagation by Tissue Culture, the Technology Part. I 2 nd (ed). Exegetics. Limited, England. p. 591-601.

Bab pada buku

Anonim. 2006. Pesona Aglaonema sp.Indonesia. PT Agromedia Pustaka.Jakarta: pp. 2-6.

Trivedi, M., Branton, A., Trivedi, D., Nayak, G., Bairwa, K., & Jana, S. (2015). Karakterisasi fisik, termal, dan spektroskopi energi biofield yang diolah media kultur sel tanaman murashige dan skoog. Biologi Sel , 4 (3), 50-57.

Bab pada prosiding

Iswad, D. M., Gustiana, C., Mahyuddin, T., & Zain, K. M. (2022, January). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Pembelian Tanaman Hias Sri Rezeki (aglaonema sp.) di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. In Prosiding Seminar Nasional Pertanian (Vol. 4, No. 1, pp. 21-29).

Purwanto, A.W. 2010. Aglaonema sp. Pesona Kecantikan Sang Ratu Daun. Kanisius. Yogyakarta. pp. 1-5.

Artikel

Lisa. (2018). Potensi Bisnis Tanaman Hias Aglaonema. Artikel.

Lapita, VKPKC and Patena, LKFK 1992K Bublet Formation In Vitro, A New Approach to Garlic (Allium sativumL) « Basic Seed « ProductionK Phillippines Crop. Sci. 17(2):89-94K.

Haque, MKSK, TK Wada, and KK HattoriK 1997K High Frequency Shoot oegeneration and Plantlet Formation from ooot Tip GarlicK Plant Cell-Tissue and Organ Culture. 50:83-89K.

Hansen, EKEK, JKFK Hubstenberger, and GKCK PhillipsK 1995K oegeration of Shoots from Cell Suspension-derived Protoplasts of Allium cepaK Plant Cell. Report. 15:8-11K.

Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Muliati, M., Nurhidayah, T., & Nurbaiti, N. (2017). Pengaruh NAA, BAP dan Suaranya Pada Media MS Terhadap Perkembangan Eksplan Sansevieria macrophylla Secara In Vitro (Disertasi Doktor, Universitas Riau).

Diterbitkan

2024-02-09