ANALISIS PERANCANGAN SISTEM KERJA MENGGUNAKAN METODE 5S PADA RUANG PROSES PRODUKSI PUPUK ORGANIK DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA TEGAL

Penulis

  • Arfid Adam Mahesa Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Teknologi Sumbawa
  • Silvia Firda Utami Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Teknologi Sumbawa
  • Iksan Adiasa Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Teknologi Sumbawa

Kata Kunci:

Perancangan Sistem Kerja, Metode 5S

Abstrak

Peningkatan jumlah penduduk berperan besar dalam peningkatan jumlah sampah yang ditimbulkan. Salah satu daerah di Indonesia yang sudah menerapkan tata pengelolaan sampah agar dapat dimanfaatkan ialah Kota Tegal, melalui dinas lingkungan hidup Kota Tegal, pemerintah berupaya untuk menangani pengelolaan sampah, baik organik maupun non organik serta limbah berbahaya. Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal masih didapati beberapa masalah seperti belum tersedianya gudang untuk menempatkan barang atau fasilitas yang jarang digunakan sehingga dapat menimbulkan pemborosan tempat, sehingga hal tersebut dapat menggangu pekerja dan termasuk dalam pemborosan tempat. Oleh karena itu masalah tersebut perlu diselesaikan. Pada penyelesaian masalah tersebut digunakan metode 5S. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang 5S dalam usaha pengurangan waste pada pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa luas area pengelolaan sampah organik adalah 200 m2 dengan panjang 20 m dan lebar 10 m. Dalam penelitian ini area kerja pada pengelolaan sampah organik akan dirancang 5S dan memberikan usulan layout baru karena di TPST Akhir Mintaragen Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal belum menerapkan 5S sehingga kurang tertatanya letak peralatan atau fasilitas di ruang kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah telah dirancang 5S guna memperbaiki sistem kerja pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal serta untuk menangani permasalahan yang ada di lokasi kerja.

Referensi

Cooper, C., Fletcher, J., Gilbert, D., & Wanhill, S. (1996). Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup dan “Wall Chart”. Malang: PPPGT/VEDC.

Kuncoro, S. (2009). Pengolahan Sampah Terpadu. Yogyakarta: Kanisius.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Manik. K. E. S. M. (2007). Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Kencana.

Artiningsih, N. K. A. (2008). Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Studi kasus di Sampangan dan Jomblang, Kota Semarang). Semarang: Tesis, Universitas Diponegoro.

Devani, V. & Fitra, A. (2016). Analisis Penerapan Konsep 5S di Bagian Proses Maintenance PT. Traktor Nusantara. Jurnal Teknik Industri: Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri, 2(2), 113-120.

Rinawati, D. I., WP, S. N., & Lisano, N. (2016). Rancangan Penerapan 5S Guna Mereduksi Searching Time Pada Area 1 PT. XYZ. Jurnal Prosiding SNST Fakultas Teknik, 1(1), 23-34.

Imai, M. (1986). Kaizen: The Key to Japan’s Competitive Success. Tokyo: McGraw-Hill Education.

Diterbitkan

2021-07-02